Kamis, September 10, 2009

Gudeg Pawon

Secara tegas buka jam 23.30 merupakan salah satu ciri khas gudeg ini. Pawon berarti dapur, yang juga membedakan gudeg ini dari yang lain. Dapurnya sederhana, tapi gudeg yang dihasilkan laris manis. Malam ini ketika aku menikmatinya sekitar jam 24.00 ada sekitar 30 orang yang duduk di lesehan dan bangku-bangku di depan rumah.

Rasa gudegnya menurut aku biasa saja, hanya karena baru selesai dimasak dan nasinya masih panas dari dandangnya, gudeg terasa lebih segar..
Gudeg disajikan langsung oleh Mbah Prapto dan keluarganya.
Harganya sekitar 12000 - 15000 per porsi. Minum teh tawar yang harus dipesan diwarung depan rumah harganya Rp2500. Dua kali lipat dibandingkan ditempat lain yang sejenisnya.

Lokasi gudeg pawon di jalan dr Soepomo atau jalan Janturan, masuk dari Jalan Kusumanegara. Jalan ini letaknya sejajar dengan jalan Glagahsari, dan 1 jalan ditimur jalan Glagahsari tersebut. Fenomena unik Gudeg Pawon mungkin menjadikannya jadi buah bibir pencinta wisata kuliner di Jogja.
Kabarnya, nasi suka habis dan harus nunggu lagi. Dan kalau datang telat (jam 2an) kemungkinan sudah habis.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar